"Api merusak sebagian bangunan kamp, hal itu sangat disayangkan. Tetapi kejadian itu justru membuat kami semakin berkomitmen berjuang bersama masyarakat melawan perusakan hutan di rumah mereka. Kami akan melipatgandakan upaya kami untuk menyelamatkan lingkungan Indonesia dan memastikan hutan dan lahan gambut Semenanjung Kampar selamat," ujar Bustar Maitar, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.
Greenpeace melaporkan kejadian ini kepada Kepolisian, serta meminta polisi segera melakukan investigasi secara serius.
Masyarakat Teluk Meranti selama ini sangat mendukung kampanye Greenpeace dan juga telah mengeluarkan petisi yang ditandatangani ribuan orang, menolak ekspansi APRIL di Kampar. Kampanye Greenpeace tak akan berhenti sampai Kampar dilindungi sepenuhnya. Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pekan lalu yang mengajak Lembaga Swadaya Masyarakat termasuk Greenpeace untuk bekerja bersama pemerintah melindungi lingkungan Indonesia sangat kami hargai. Kami mendorong suatu aksi nyata pemerintah dengan moratorium (jeda) tebang hutan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar