green peace indonesia

Selasa, 13 April 2010

Api itu melahap KAMP PELINDUNG IKLIM kami di Teluk Meranti

Minggu dini hari api itu menghancurkan sebagian dari kamp pembela iklim kami. Kobaran api terlihat oleh warga sekitar yang berada di seberang sungai Kampar sekitar pukul 5 pagi.

Untungnya tidak ada korban. Pak Syamsudin yang biasanya tinggal di kamp sedang berada di desa. Karena ada saudara yang sedang sakit. Bangunan utama dan ruang musholla dari kamp hancur. Beberapa barang pribadi mereka hangus.

Kamp pelindung iklim didirikan pada oktober 2009 dengan bantuan masyarakat sekitar. Kamp didirikan untuk meningkatkan perhatian pemerintah dan masyarakat dunia tentang kerusakan hutan di semenanjung kampar yang berpengaruh pada perubahan iklim dunia. Keanekaragaman hayati yang kaya, Kandungan karbon yang besar terdapat di lahan gambut saat ini sangat kritis dan membutuhkan perlindungan.

inilah kamp sebelum terbakar :

Pembakaran Kamp Pelindung Iklim tidak akan menghentikan kampanye kami

"Api merusak sebagian bangunan kamp, hal itu sangat disayangkan. Tetapi kejadian itu justru membuat kami semakin berkomitmen berjuang bersama masyarakat melawan perusakan hutan di rumah mereka. Kami akan melipatgandakan upaya kami untuk menyelamatkan lingkungan Indonesia dan memastikan hutan dan lahan gambut Semenanjung Kampar selamat," ujar Bustar Maitar, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.

Greenpeace melaporkan kejadian ini kepada Kepolisian, serta meminta polisi segera melakukan investigasi secara serius.

Masyarakat Teluk Meranti selama ini sangat mendukung kampanye Greenpeace dan juga telah mengeluarkan petisi yang ditandatangani ribuan orang, menolak ekspansi APRIL di Kampar. Kampanye Greenpeace tak akan berhenti sampai Kampar dilindungi sepenuhnya. Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pekan lalu yang mengajak Lembaga Swadaya Masyarakat termasuk Greenpeace untuk bekerja bersama pemerintah melindungi lingkungan Indonesia sangat kami hargai. Kami mendorong suatu aksi nyata pemerintah dengan moratorium (jeda) tebang hutan.

Suasana Kamp Pelindung Iklim Greenpeace di Semenanjung Kampar usai kebakaran

Suasana Kamp Pelindung Iklim Greenpeace di Semenanjung Kampar usai kebakaran, Minggu (11/4). Masyarakat Teluk Meranti mengetahui terbakarnya Kamp dini hari sekitar pukul 05.00 WIB. Dan langsung berusaha memadamkannya. Api menghanguskan bangunan utama dan mushala tetapi tidak ada korban jiwa. Penyelidikan awal dari kepolisian setempat mengindikasikan ada pihak yang sengaja membakar kamp ini. Kamp Pelindung Iklim dibangun Greenpeace bersama masyarakat pada Oktober 2009 jelang Pertemuan Iklim Kopenhagen untuk menggaris bawahi peran perusakan hutan pada perubahan iklim, masyarakat lokal dan keanekaragaman hayati.